Andai waktu bisa kuputar kembali..
Pemikiran demikian tentu pernah terlintas di benak kebanyakan orang, termasuk saya. If I could turn back the time, i would like to.....
Seberapa sadar-pun seseorang akan keterbatasan kemampuan yang ia miliki, tetap saja hasrat untuk mengendalikan Sang Waktu pernah singgah dalam diri sebagian besar manusia. Bagaimana tidak, andaikan kita bisa kembali ke masa lalu, tentu akan ada hal-hal yang dapat kita ubah, kita cegah, bahkan kita "adakan". Jika kita bisa melompat ke masa depan, tentu kita dapat memuaskan keingintahuan akan segala ketidakpastian, melihat hasil dari apa yang kita lakukan kini, dan menjadi referensi dalam menentukan langkah yang akan kita ambil saat ini.
Tapi sayang, Sang Waktu itu hanyalah milik-Nya. Kita tak berdaya di hadapan-Nya, kita tak berdaya untuk mengendalikan Sang Waktu. Kita bukanlah siapa-siapa, kita hanyalah makhluk yang seringkali terpedaya oleh waktu, hingga kadang kita lupa akan keberhargaan kehadirannya (re: waktu).
Kita yang begitu kecil dibanding-Nya tentu hanya dapat memaksimalkan apa yang kita miliki, termasuk waktu, ya. Waktu di masa kini, saat ini, sekarang ini, bukanlah kemarin, bukanlah esok.
Kita tidak punya kemampuan untuk mengutak-atik waktu, karena itu muncullah berbagai kata mutiara bahwa kita harus memanfaatkan waktu yang kita miliki saat ini.
Maksimalkan waktu yang kita punya, karena ia tak akan pernah menoleh tuk kembali.
Kita tidak dapat mengubah apa yang terjadi di masa lampau, tapi kita dapat belajar dari itu. Mengapa? Agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali di masa yang akan datang, agar kita tidak perlu merasakan sakitnya penyesalan, agar tidak ada lagi keinginan untuk memutar ulang Sang Waktu.
Kita tidak dapat kembali ke momen-momen indah yang telah terlewati, tapi kita dapat menjadikan hal itu patokan untuk meraih kebahagiaan-kebahagiaan lainnya di masa yang akan datang. Biarlah momen indah dahulu menjadi kenangan, setidaknya kita bisa menentukan apa yang dapat kita lakukan untuk mencapai keindahan lainnya agar tidak sekedar menjadi angan.
Kita tidak dapat melompat ke masa depan, tapi kita dapat menduga-duga apa yang akan terjadi di masa depan sebagai dampak dari yang kita lakukan saat ini. Tidak ada yang dapat menjawab sebuah ketidakpastian kecuali Sang Waktu. Hal yang dapat kita lakukan hanyalah membuat perencanaan, mempersiapkan diri untuk yang terburuk, dan mengatur ekspektasi untuk mencegah kekecewaan nantinya.
Berhentilah mengulang-ulang pemikiran "What if......"
Tidak ada gunanya.
Berhentilah terintimidasi oleh ketidakpastian, cobalah untuk menguatkan diri.
Buka seluruh indera, terkadang kita diharuskan berjalan melewati kegelapan untuk mencapai jalan terang.
Tidak sedikit pertanyaan-pertanyaan atas segala yang terjadi hanya dapat dijawab oleh hal lainnya yang terjadi di lain waktu.
Lagi-lagi siapa yang berkuasa? Sang Waktu.
No comments:
Post a Comment