Monday, December 1, 2014

My First Story..


So, this is my first post since I make this account…

Semua bermula dari 2 minggu belakangan, dimana saya sedang berada dalam kondisi tertekan yang memuncak. Tekanan yang dirasakan tentunya ya terkait hal-hal akademis, ya masalah klasik para mahasiswa. Sejak awal semester 5 ini, saya sudah memiliki feeling bahwa semester ini tekanannya akan lebih besar daripada semester lalu, meskipun jadwal kuliah terlihat sedikit senggang.
Benar saja, ketika awal semester stress yang dirasakan belum seberapa, namun progresif hingga mencapai puncaknya dalam dua minggu belakangan. Tidak heran, di fakultasku selalu begitu. Diawal semester flow nya masih biasa saja, namun semakin menekan menjelang ujian. Hampir setiap mata kuliah ada tugas, baik individual maupun tugas kelompok. Selain itu, deadline nya pun berdekatan, jadi ya setiap hari merupakan deadline pengumpulan tugas.
Tekanan tentu tidak hanya dari tugas akademis saja, namun juga ada amanah kegiatan non-akademis yang harus diemban dan dijalankan sebaik mungkin. Ya…namanya juga mahasiswa. Tidak lepas dari kegiatan organisasi kemahasiswaan ataupun kepanitiaan. Semester ini saya mengikuti kedua kepanitiaan yang tergolong long-term, dimana persiapan sudah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya, dan menuntut perhatian lebih menjelang hari-H acara.
Entah kenapa kesibukan kepanitiaan ini justru bertepatan dengan kesibukan akademis yang saling berebut mencuri atensi saya. Tugas kuliah + kepanitiaan + materi kuliah yang cukup “berat” semester ini berhasil menjebak saya dalam kondisi stressful. Benar-benar stress dan se-tertekan itu. Jika sedang sendiri, ada saja pikiran-pikiran aneh yang muncul dalam benak saya, dan cenderung membuat semakin down..
Terlalu banyak pikiran, ingin mengeluh ke teman tapi mereka juga merasakan hal yang sama. Ingin mengeluh ke orangtua tapi saya tidak ingin membuat mereka khawatir, apalagi hanya karena hal semacam ini yang sebenarnya masih bisa saya atasi sendiri. Saya sempat membuat status yang sebenarnya biasa saja, namun kemudian kedua orangtua saya langsung menghubungi saya. Mereka seakan-akan punya radar bahwa anaknya ini memang sedang kesulitan dan butuh kekuatan lebih.
Awalnya ayah saya mengirim chat yang isinya sederhana, hanya “semangat…semangat..tarik nafas dalam-dalam, lepaskan pelan-pelan dalam 16 hitungan… lakukan 7x”. Beliau tiba-tiba chat begitu padahal anaknya tidak ada memberitahukan apapun, bahkan tidak chat apapun sebelumnya. Saat itu memang saya sedang dalam kondisi yang bisa dibilang cukup rentan. Namanya juga anak rantau, jauh dari rumah, jauh dari orangtua, dan berjuang sendiri disini, tentu saja tersentuh hanya dengan chat begini saja. Tanpa disadari air mata ini jatuh begitu saja, kemudian tangis pun tidak tertahan lagi..
Mungkin karena memang sedang dalam kondisi tertekan, jadi yang beginian saja sudah membuat mewek. Esoknya justru ibu saya yang menelepon, dan bertanya “Diva kenapa?”. Aku bingung, memang aku kenapa? Ia kemudian bertanya lagi “Sehat? Ngga ada apa-apa kan?”. Lagi-lagi hal sederhana ini membuat saya heran sekaligus sedih (lagi). Saya tidak tahu apakah ini karena kontak orangtua-anak yang menyebabkan mereka tahu bahwa saya sedang ada masalah, atau karena hal lain.
Sebagai mahasiswa rantau, homesick seperti ini sebenarnya sering terjadi, namun saat ini saya sudah terbiasa jauh dari mereka (mungkin karena sudah 5 semester). Meskipun sudah biasa, dalam kondisi-kondisi tertentu, memang sedikit perhatian dari mereka saja bisa membuat tersentuh, apalagi ketika saya sedang dalam kondisi tidak fit dan stress.
Dinamika semester ini ya seperti itu, tugas berlimpah dan pressure semakin kuat. Saya hanya bisa mencoba mencurahkan apa yang ada di pikiran dan apa yang saya rasakan pada beberapa teman saya. Orangtua saya mungkin hanya biasa berpikir bahwa saya sangat sibuk saat ini karena setiap ditelepon ataupun dihubungi, saya selalu berada di kampus atau sedang mengerjakan sesuatu, Alhamdulillah mereka mengerti..
Hingga beberapa hari lalu, tiba-tiba saya terpikir untuk membuat blog, hanya dengan alasan bahwa saya ingin mencoba menulis lagi. Sebenarnya sejak dulu saya senang menulis, namun kegemaran itu kemudian ditenggelamkan oleh berbagai kesibukan lain yang menyita banyak waktu saya. Saya mendapat masukan dari beberapa orang, termasuk dari teman dan dosen saya bahwa saya harus menuangkan apapun yang ada dalam diri saya agar hal itu tidak melukai saya karena dipendam terus. Saya tidak senang menulis diari karena saya mudah merasa bosan dan lelah jika menulis hal yang panjang. Oleh karena itu, terpikirlah untuk membuat blog dengan tujuan agar blog ini dapat menjadi wadah yang menampung segala keluh kesah dan suka duka yang saya alami.
Sesuai dengan alamatnya, blog ini akan menjadi gudang dari setumpuk cerita dalam hidup saya, dan cerita tersebut tertuang dalam bentuk rangkaian kata..

So, that’s my 1st post and the reason why I choose to write in this blog.
I’ll use this blog to write everything that I want to, not for entertain others :)
Terserah pada anda ingin menganggap segala postingan disini (termasuk curcol-an diatas) sebagai apa, karena ini merupakan bentuk self-help saya. 
Last but not the least, never judge others, because everybody has a same rights and everybody deserve to be happy :)


No comments:

Post a Comment